Adastra Kapal Pesiar Tercepat Termewah di Dunia

Adastra Kapal Pesiar Tercepat Termewah di DuniaPelayaran memasuki era penjelajahan angkasa: tersebut superyacht $ 15m bahwa Butuh lima tahun pembangunanJangkauan Adastra adalah 4.000 kilometer, cukup untuk pergi dari Inggris ke New York dalam perjalanan tunggal tanpa pengisian bahan bakarKapal pesiar 42m memiliki kecepatan maksimum 22,5 knotDigambarkan sebagai ‘salah satu kapal pesiar yang paling super menakjubkan di dunia, sebesar $ 15 juta, 42 meter trimaran kapal pesiar yang mewah Adastra

detail berita

Mobil tercepat di dunia Bloodhound SSC dengan kecepatan mencapai 1.000 MPH atau 1.609 kilometer perjam, siap di uji di 2013 mendatang.
Tim pengembangan proyek ambisius asal Inggris ini akan menguji Bloodhound SSC di gurun Afrika Selatan, 2013 mendatang. Bila semua rencana berjalan lancar, maka mobil dengan roket ini akan memecahkan rekor sebelumnya yang mencatat waktu 763 mph (1228 km/jam).

“Indikasi yang ada tentang semua rencana pengujian ini, secara mendalam sangat baik,” jelas desainer dan ahli mesin Daniel Jubb, kepada Western Morning News, saat mengujinya di hanggar Royal Air Force.

Bloodhound SSC memiliki tenaga listrik hibrida. Roket menggunakan bahan bakar padat, yang merupakan karet sintetis dan mengubahnya menjadi aerosol dengan peroksida t dan katalis.

Bahan bakar sebenarnya ditembakkan ke roket oleh mesin Cosworth dari jenis mesin yang digunakan di mobil balap Formula One. Kemudian semua kekuatan dikombinasikan dengan daya dorong dari mesin jet seperti yang ada di pesawat tempur Typhoon.

Roket hibrida menghasilkan daya dorong 14.000 pounds atau setara dengan sekitar 40.000 tenaga kuda. Dorongan tambahan dari mesin jet tempur, membawa total daya mobil mencapai 135.000 tenaga kuda. Ini seribu kali lebih kuat dari mobil hybrid konvensional seperti Prius.

Bloodhound akan dikendarai oleh pilot Royal Air Force Andy Green, yang sudah memegang rekor kecepatan kendaraan darat saat ini ThrustSSC.

Pesawat Tercepat Di Dunia

Posted: Desember 10, 2012 in Uncategorized

Sebuah pesawat jet hipersonik bergaya Thunderbirds dikembangkan untuk penerbangan militer jarak jauh di masa depan. Pesawat bernama X-51A WaveRider itu menggunakan mesin revolusioner yang bisa membuatnya menempuh jarak dari Sabang sampai Merauke dalam waktu kurang dari 1 jam.
Pada Selasa (14/8/2012), pesawat ini diujicobakan. Pesawat akan diterbangkan dari Edwards Air Force Base di Gurun Mojave, California, dengan bomber wing. Kemudian, jet akan dilepaskan dari ketinggian 15,24 km di dekat tanjung Point Mugu.
Setelah dilepaskan, mesin dalam pesawat akan mulai bekerja dan membuat pesawat bergerak hingga 4,5 Mach atau 5.513 km per jam dalam beberapa detik. Jika semua berjalan lancar, pesawat bisa bergerak hingga kecepatan 6 Mach atau 7.350 km per jamdan naik ketinggiannya mencapai 21,34 km.
Misi ini akan berlangsung selama 300 detik, penerbangan pesawat terlama yang dialami pesawat tersebut. Setelah itu pesawat akan “ditabrakkan” ke laut dan tidak ada rencana untuk menyelamatkan pesawat hebat tersebut.
Proyek pengembangan pesawat hipersonik ini didanai oleh NASA dan Pentagon. Diharapkan, pesawat dapat digunakan untuk kepentingan militer di masa depan. Menurut Globalsecurity.org, dana yang dibutuhkan mencapai 89 juta poundsterling.
Mengapa pesawat secepat itu? Ada rahasianya. Screamjet ini merupakan pesawat airbreathing karena pesawat ini tidak membawa bahan bakar dan oksigen, tetapi hanya membawa bahan bakar berupa hidrogen dan “menarik” oksigen yang dibutuhkan untuk membakarnya di atmosfer.
Udara akan masuk ke bagian depan mesin dan hidrogen akan diinjeksikan ke dalam aliran udara itu. Gas yang dikompresi menyebabkan suhu naik dan pembakaran terjadi. Ini menghasilkan dorongan yang memungkinkan jet melakukan perjalanan pada kecepatan tinggi.
Pengembangan pesawat ini sejalan dengan pengembangan pesawat masa depan, pesawat supersonik dengan kecepatan lebih dari 5 kali kecepatan suara. Pengembangan supersonik sama halnya dengan evolusi dari pesawat yang digerakkan baling-baling menjadi pesawat jet.
Robert Mercier, deputi teknologi sistem kecepatan tinggi di Air Force Research Laboratory di Ohio, seperti dikutip Daily Mail hari ini mengatakan, “Sejak Wright Brothers, kita terus berusaha mengembangkan pesawat yang lebih baik dan lebih cepat. Hipersonik adalah salah satu yang potensial dalam penerbangan.”
Saat ini, pesawat penumpang tercepat adalah Cessna Citation X yang mampu mencapai kecepatan 1.126 km per jam atau 0,9 Mach, meski cuma mengangkut 7 penumpang. Pesawat lain adalah Falcon 7X dengan kecepatan 1.102 km per jam serta Gulfstream G550 dengan kecepatan 1.086 km per jam.

Pinisi

 

Pinisi di pelabuhan Paotere, Makassar

Gambar Pinisi type Lamba

Pinisi Lamba bermesin

Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis danSuku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau[1]. Dua tiang layar utama tersebut berdasarkan 2 kalimat syahadat dan tujuah buah layar merupakan jumlah dari surah Al-Fatihah. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar[2] dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang dan juga mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia.

Sejarah

Kapal kayu Pinisi telah digunakan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, diperkirakan[3] kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut[4] naskah Lontarak I Babad La Lagaligo pada abad ke 14, Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang PutriTiongkok yang bernama We Cudai.

Sawerigading berhasil ke negeri Tiongkok dan memperisteri Puteri We Cudai. Setelah beberapa lama tinggal di negeri Tiongkok, Sawerigading kembali kekampung halamannya dengan menggunakan Pinisinya ke Luwu. Menjelang masuk perairan Luwu kapal diterjang gelombang besar dan Pinisi terbelah tiga yang terdampar di desa Ara, Tanah Lemo dan Bira. Masyarakat ketiga desa tersebut kemudian merakit pecahan kapal tersebut menjadi perahu yang kemudian dinamakan Pinisi. Orang Ara adalah pembuat badan kapal, di Tana Lemo kapal tersebut dirakit dan orang Bira yang merancang kapal tersebut menjadi Pinisi dan ketujuh layar tersebut lahir dari pemikiran orang-orang Bira.

Konon, nama Pinisi ini diambil dari nama seseorang yang bernama Pinisi itu sendiri. Suatu ketika beliau berlayar melewati pesisir pantai Bira. Beliau melihat rentetan kapal sekitar laut sana, dia kemudian menegur salah seorang nahkoda kapal tersebut bahwasanya layar yang digunakannya masih perlu diperbaiki. Sejak saat itu orang Bira berfikir dan mendesain layar sedemikian rupa dan akhirnya berbentuk layar Pinisi yang seperti sekarang ini. Atas teguran orang tersebut maka orang-orang Bira memberi layar itu dengan nama Pinisi.

Ritual pembangunan Pinisi

Upacara kurban untuk pembuatan perahu pinisi adalah salah satu dimana kemegahan pinisi dilahirkan.Para pembuat perahu tradisional ini, yakni: orang-orang Ara, Tana Lemo dan Bira, yang secara turun temurun mewarisi tradisi kelautan nenek moyangnya. Upacara ritual juga masih mewarnai proses pembuatan perahu ini, Hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke lima dan ketujuh pada bulan yang berjalan. Angka 5 (naparilimai dalle’na) yang artinya rezeki sudah ditangan. Sedangkan angka 7 (natujuangngi dalle’na) berarti selalu dapat rezeki. Setelah dapat hari baik, lalu kepala tukang yang disebut “punggawa” memimpin pencarian.

Sebelum pohon ditebang, dilakukan upacara untuk mengusir roh penghuni kayu tersebut. Seekor ayam dijadikan sebagai korban untuk dipersembahkan kepada roh. Jenis pohon yang ditebang itu disesuaikan dengan fungsi kayu tersebut. Pemotongan kayu untuk papan selalu disesuaikan dengan arah urat kayu agar kekuatannya terjamm. Setelah semua bahan kayu mencukupi, barulah dikumpulkan untuk dikeringkan.Pembuatan perahu pinisi di Tanah Beru.

Peletakan lunas juga memakai upacara khusus. Waktu pemotongan, lunas diletakkan menghadap Timur Laut. Balok lunas bagian depan merupakan simbol lelaki. Sedang balok lunas bagian belakang diartikan sebagai simbol wanita. Setelah dimantrai, bagian yang akan dipotong ditandai dengan pahat. Pemotongan yang dilakukan dengan gergaji harus dilakukan sekaligus tanpa boleh berhenti. Karena itu, pemotongan harus dilakukan oleh orang yang bertenaga kuat.

Ujung lunas yang sudah terpotong tidak boleh menyentuh tanah. Bila balok bagian depan sudah putus, potongan itu harus dilarikan untuk dibuang ke laut. Potongan itu menjadi benda penolak bala dan dijadikan kiasan Sebagai suami yang siap melaut untuk mencari nafkah. Sedangkan potongan balok lunas bagian belakang disimpan di rumah, dikiaskan sebagai istri pelaut yang dengan setia menunggu suami pulang dan membawa rezeki.

Pemasangan papan pengapit lunas, disertai dengan upacara Kalebiseang. Upacara Anjarreki yaitu untuk penguatan lunas, disusul dengan penyusunan papan dari bawah dengan ukuran lebar yang terkecil sampai keatas dengan ukuran yang terlebar. Jumlah seluruh papan dasar untuk perahu pinisi adalah 126 lembar. Setelah papan teras tersusun, diteruskan dengan pemasangan buritan tempat meletakkan kemudi bagian bawah.

Apabila badan perahu sudah selesai dikerjakan, dilanjutkan dengan pekerjaan a’panisi, yaitu memasukkan majun pada sela papan. Untuk merekat sambungan papan supaya kuat, digunakan sejenis kulit pohon barruk. Selanjutnya, dilakukan allepa, yaitu mendempul. Bahan dempul terbuat dari campuran kapur dan minyak kelapa. Campuran tersebut diaduk Selama 12 jam, dikerjakan sedikitnya 6 orang. Untuk kapal 100 ton, diperlukan 20 kg dempul badan kapal. Sentuhan terakhir adalah menggosok dempul dengan kulit pepaya.

Proses terakhir kelahiran pinisi adalan peluncurannya. Upacara selamatan diadakan lagi. Peluncuran kapal diawali dengan upacara adat Appasili yaitu ritual yang bertujuan untuk menolak bala. Kelengkapan upacara berupa seikat dedaunan yang terdiri dari daun sidinging, sinrolo, taha tinappasa, taha siri, dan panno-panno yang diikat bersama pimping. Dedaunan dimasukkan ke dalam air dan kemudian dipercikkan dengan cara dikibas-kibaskan ke sekeliling perahu. Untuk perahu dengan bobot kurang dan 100 ton, biasanya dipotong seekor kambing. Sedangkan untuk kapal 100 ton keatas, dipotong seekor sapi. Selanjutnya ada upacara Ammossi yaitu upacara pemberian pusat pada pertengahan lunas perahu dan setelah itu perahu ditarik ke laut. Pemberian pusat ini merupakan istilah yang didasarkan pada kepercayaan bahwa perahu ialah ‘anak’ punggawa atau Panrita Lopi sehingga dengan demikian berdasarkan kepercayaan maka upacara ammossi merupakan simbol pemotongan tali pusar bayi yang baru lahir. Ketika pinisi sudah mengapung di laut, barulah dipasang layar dan dua tiang. Layarnya berjumlah tujuh. Kapal yang diluncurkan biasanya sudah siap dengan awaknya. Peluncuran kapal dilaksanakan pada waktu air pasang dan matahari sedang naik. Punggawa alias kepala tukang, sebagai pelaksana utama upacara tersebut, duduk di sebelah kiri lunas. Doa atau tepatnya mantra pun diucapkan.

Jenis kapal pinisi

Ada beberapa jenis kapal pinisi, namun yang pada umumnya pinisi ada 2 jenis :

  1. Lamba atau lambo. Pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang dilengkapi dengan motor diesel (PLM).
  2. Palari. adalah bentuk awal pinisi dengan lunas yang melengkung dan ukurannya lebih kecil dari jenis Lamba.

Pinisi Masa Kini

Di era globalisasi phinisi sebagai kapal barang berubah fungsi menjadi kapal pesiar mewah komersial maupun ekspedisi yang dibiayai oleh investor lokal danluar negeri, dengan interior mewah diperlengkapi peralatan menyelam, permainan air untuk wisata bahari dan awak yang terlatih dan diperkuat dengan teknik modern. Salah satu contoh kapal pesiar mewah terbaru adalah Silolona berlayar dibawah bendara Kapal Pesiar Indonesia

Terbang bersama paralayang

Posted: Desember 7, 2012 in Uncategorized
Tag:

Paralayang

 
 

Paralayang di langit biru

Paralayang (bahasa Inggrisparagliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonsia), sedangkan PLGI sendiri dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)

Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Peralatan

Atlet paralayang lepas landas.

Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung.

Perlengkapan utama dalam olahraga paralayang antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot. Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua/tandem.

Pilot duduk di suatu sabuk (harness) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga ini mulai muncul pada sekitar 1950-an [2] dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun1989 di Kössen, Austria.

 

Helicak , helikopter darat

Posted: Desember 7, 2012 in Uncategorized
Tag:

Helicak 

Helicak adalah kendaraan angkutan masyarakat yang banyak ditemukan di Jakarta pada tahun 1970-an. Nama helicak berasal dari gabungan kata helikopter dan becak, karena bentuknya memang mirip dengan helikopter dan becak.

Gambar

Helicak pertama kali diluncurkan pada 24 Maret 1971. Mesin dan bodi utama kendaraan ini adalah skuter Lambretta yang didatangkan dari Italia. Kendaraan ini pertama kali dicetuskan pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin sebagai pengganti becak yang dianggap tidak manusiawi.

Seperti halnya becak, pengemudi helicak duduk di belakang, sementara penumpangnya duduk di depan dalam sebuah kabin dengan kerangka besi dan dinding dari serat kaca sehingga terlindung dari panas, hujan ataupun debu, sementara pengemudinya tidak. Sebagian orang menilai kendaraan ini tidak aman bagi penumpang, karena bila terjadi tabrakan, si penumpanglah yang pertama kali akan merasakan akibatnya.

Umur helicak ternyata tidak panjang. Kebijakan pemerintah DKI Jakarta dalam menyediakan angkutan rakyat yang tidak konsisten menyebabkan helicak yang jumlahnya 400 buah pada saat pertama kali diluncurkan, tidak dikembangkan lebih lanjut. Akibatnya helicak pelan-pelan menghilang dari jalan-jalan di ibu kota. Helicak masih bisa ditemukan di daerah Kemayoran

Kancil (kendaraan)

Gambar kendaraan kancil

Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Pernah diharapkan sebagai pengganti (peremajaan) bajaj dan bemo karena keduanya tidak diizinkan untuk bertambah jumlahnya atau diproduksi di wilayah Jakarta. Sebagai kendaraan angkutan lingkungan jenis IV, kendaraan KANCIL tidak bisa berkembang pasarnya karena KANCIL hanya bisa menggantikan BAJAJ yang ada. Satu unit Kancil baru hanya bisa masuk jalan bila menggantikan satu buah Bajaj. Artinya pembeli KANCIL harus membeli juga 1 buah BAJAJ untuk dimatikan izin operasinya. Karena aturan ini KANCIL tidak bisa berkembang biak. Dan pemilik usaha tidak mau KANCIL dijual umum untuk penggunaan kendaraan penumpang pribadi.

Desain dan manufaktur

Tanpa berpretensi sebagai Mobil Nasional, mobil kancil direncanakan, dirancang, didisain, dan dikembangkan oleh PT. KANCIL. Dengan beberapa komponen yang dikembangkan bersama berbagai industri komponen dalam dan luar negeri, dan Politeknik Mekanik Swiss (sekarang POLMAN) Bandung untuk sistem Front knuckle arm. Brakedrum dan wheel hub dikembangkan bersama PT. Bakrie Tosanjaya. Verifikasi design, performance dan dynamic analysis serta uji fatique konstruksi kendaraan dilakukan di Laboratorium Dinamika Pusat Antar Universitas, Institut Teknologi Bandung.

Mesin dibuat oleh Fuji Heavy Industries, pabrikan pembuat mobil SubaruJepang.[1] Rear Axle dibuat oleh Fuji Machinery, juga dari Jepang. Transmisi otomatis (CVT, Torque Converter) dibuat oleh Huffco-Comet, Amerika Serikat. Sedangkan panel fiberglass body dibuat oleh PT. Induro, Tangerang.[rujukan?]. Panel body ini dikembangkan dari 2 buah master sample body dan cetakan pertama yang dibuat oleh PT. AITEM, suatu unit usaha di bawah PT. Dirgantara Indonesia. Sedangkan styling dan master clay model-untuk body-nya sendiri dibuat oleh PT. KANCIL sendiri.

Kelayakan

Mobil KANCIL memenuhi syarat layak jalan dari Departemen Perhubungan setelah memenuhi dan melalui beberapa syarat pengujian. Begitu juga wewenang untuk membuat Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dimiliki oleh PT. KANCIL. NIK (dalam bahasa Inggris:Vehicle Identification Number) sangat penting untuk dapat diakui oleh instansi kepolisian sebagai dasar pembuatan BPKB dan STNK.

Spesifikasi

  • Dimensi Utama (panjang x lebar x tinggi) : 2.800 x 1.385 x 1.720 mm.
  • Wheel base – 2.100 mm.
  • Thread – 1.200 mm.
  • Berat kotor kendaraan – 850 kg.
  • Radius putar : 4,5 m.
  • Mesin : bensin, 1 silinder, 404 cc, 4 langkah, EH41 DUS.
  • Tenaga maksimum : 13,5 hp (3.600 rpm).
  • Torsi maksimum: 28,4 Nm (2.500 rpm).
  • Transmisi : Continuous Variable Transmission (CVT) rasio tertinggi 0,6 : 1, rasio terendah 3,4 : 1.
  • Steering : Rack & Pinion Gear.
  • Suspensi depan : Double control arm, transverse single leaf spring, hydraulic shock absorber.
  • Suspensi belakang : Trailing arm, Coil spring, hydralic shock absorber.
  • Rear Axle : Rigid Transaxle, Differensial final ratio 10,7 : 1 dengan reverse gear.
  • Sistem rem : Drum brake, 2 hydraulic circuits.
  • Battery : 12 V 24 Ah.
  • Tire : 5.00-10, 6PR.
  • Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 20 liter.
  • Kecepatan (maks) : 58 km/jam.
  • Daya tanjak : 51 % (26,9 derajat).
  • Percepatan 0-50 km/jam (beban penuh) : 15,1 detik
  • Jarak pengereman dari 35 km/jam (beban penuh) : 9,2 m dalam 1,7 detik.